Cari Blog Ini

Adsense Indonesia

Mengenai Saya

Foto saya
sleman, yogyakarta, Indonesia
saya membuat blog ini hanya sebagai pembelajaran saya selama kul... ap yg saya dapatkan akan saya tulis disini... semoga bermanfaat..

Jumat, 11 Maret 2011

_THE AGE Pernah Bikin Panas MALAYSIA

Philip Dorling Juga Pernah Bikin Panas Pemerintah Malaysia
Jumat, 11 Maret 2011 | 10:34
Tulisan Philip Dorling mengenai pemerintah Malaysia [google] Tulisan Philip Dorling mengenai pemerintah Malaysia [google]
[























SYDNEY] Philip Dorling sang penulis artikel yang menjadi tajuk utama di Koran The Age yang menuding Presiden RI menyalahgunakan kekuasaannya pada edisi Jumat, 11 Maret ini, ternyata juga pernah membuat Pemerintah Malaysia kebakaran jenggot. Ia juga membuat headline di koran yang sama untuk edisi akhir pekan 12 Desember 2010 lalu dengan tulisan yang menuding kalau Pemerintah Malaysia berada di belakang tuduhan sodomi yang dilakukan tokoh oposisi Anwar Ibrahim.

Kasus itu sendiri kini sudah memasuki tahap pengadilan. Siapa sih Philip Dorling yang bikin heboh Indonesia ini? Ia merupakan penulis dan juga  koresponden untuk The Canberra Times untuk urusan pertahanan nasional. Ia juga merupakan dosen tamu di Akademi Angkatan Pertahanan Australia.  

Ia menyelesaikan gelar doctor di Universitas Flinders di Australia selatan, dan sempat bekerja di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia pada 1992. Awalnya ia merupakan seorang sejarawan, namun kemudian diminya bantuannya sebagai penasihat Laurie Brereton, juru bicara urusan luar negeri Partai Buruh Australia pada 1996.

Dorling terus membantu Brereton terutama untuk urusan kebijakan yang berkaitan dengan kebijakan Indonesia dan Timor Timur (Timor Leste, Red). Pada 16 September 2000, kediaman Dorling pernah digeledah polisi federal Australia, dimana ia dituduh membocorkan informasi rahasia mengenai Timor Timur kepada media. [L-9]

_THE AGE vs SBY

Koran The Age : Yudhoyono Melakukan 'Abused Power'

Jumat, 11/03/2011 17:51 WIB | email | print

Kunjungan wakil presiden di Australia minggu ini tidak menyenangkan. Ia disuguhi dengan headline (berita utama) dari koran The Age yang berjudul "Yudhoyono kekuasaan disalahgunakan ' (abusee power).
Koran The Age edisi Jumat, 11 Maret 2011 melaporkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalahgunakan kekuasaan (abused power). Tidak hanya itu, surat kabar yang mengambil berita dari bahan kawat diplomatik Wikileaks, juga mengekspos berita penting yaitu SBY korupsi.
Koran The Age seperti yang dikutip oleh AFP, yang menggunakan kawat diplomatik Wikileaks, mengatakan SBY telah secara pribadi melakukan campur tangan dan mempengaruhi jaksa dan hakim untuk melindungi para pemimpin politik yang terlibat dalam korupsi. SBY juga disebutkan menggunakan intelijen negara untuk memata-matai lawan politiknya.
Kawat diplomatik Wikileaks itu juga mendapatkan informasi rinci bagaimana mantan "pejabat" untuk membayar jutaan dolar untuk mengendalikan partai terbesar di Indonesia pada saat itu. Kabel juga mengatakan istri presiden dan keluarganya untuk memperkaya diri melalui koneksi politik.
Tulisan di koran The Age itu telah menimbulkan berbagai perdebatan diskusi tentang kebenaran informasi yang bersumber dari kawat diplomatik Wikileaks. Berita itu telah menimbulkan perdebatan panas di negeri ini. (mnh/ta).

Lestarikan Bumi Kita: Berita Tsunami Jepang 2011 | Update Gempa ...

Lestarikan Bumi Kita:
Berita Tsunami Jepang 2011 | Update


Gempa ...
: "Berita Tsunami Jepang 2011 | Update Gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,8 terjadi di lepas pantai di Jepang timur laut, Jumat (11/3/20..."

Berita Tsunami Jepang 2011 | Update



Gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,8 terjadi di lepas pantai di Jepang timur laut, Jumat (11/3/2011). Gempa tersebut menguncang bangunan-bangunan di ibu kota Tokyo, menyebabkan "banyak orang terluka", serta setidaknya satu kebakaran dan memicu peringatan tsunami hingga ketinggian 10 meter. Demikian lapor televisi NHK dan saksi.

Sebuah tsunami setinggi 50 cm menghantam pantai utara Jepang. "Bangunan ini berguncang untuk waktu yang terasa lama dan banyak orang di ruang berita meraih helm mereka dan beberapa masuk ke bawah meja," kata koresponden Reuters, Linda Sieg. "Mungkin ini gempa yang terburuk yang saya rasakan sejak saya datang ke Jepang lebih dari 20 tahun lalu. "

Gempa yang berpusat 373 km dari Tokyo ini juga menyebabkan warga Tokyo panik. Orang kantoran berhamburan semua, keluar dari gedung. Sedangkan yang berada di Disneyland dievakuasi.

Orang Indonesia yang berada di Disneyland menyatakan, jalanan di kawasan itu meregang, aspal terkelupas dan tiang listrik ambruk. Sungguh horor!



Nantikan perkembangan berita tentang gempa besar dan tsunami di jepang melalui BlakblakanNEWS....

Update: Tsunami dari jepang bisa saja berdampak ke negara lain seperti Wilayah INDONESIA bagian TIMUR. Untuk itu berhati-hatilah.....

APA KABAR BUMI KITA?

Apa Kabar, Bumi ??

Jika kita ditanya apa kabar? tentu kita akan menjawab, "baik-baik saja" jika memang keadaannya baik dan "tidak begitu baik" jika sedang dalam keadaan yang tidak baik. Lalu, bagaimana jika kita bertanya hal tersebut kepada Bumi yang kita pijak ini? Maka bumi pun akan menjawab melalui fenomena-fenomena alam yang telah dan sedang terjadi. Seperti yang sudah kita ketahui bumi memang sedang dilanda isu pemanasan global, ternyata sekarang bukan hanya sekedar isu dan dampaknya pun sedikit-banyak sudah kita rasakan. Maka sayangilah bumi ini layajnya kita menyayangi keluarga dan orang-orang di sekitar kita, tentu kita akan menjaga, membantu dan melindungi mereka agar selalu dalam keadaan baik, begitupun kepada bumi ini kita membutuhkan bumi untuk tempat berpijak maka kita harus bersama-sama menjaganya agar keadaannya tidak semakin buruk.

"Pemanasan Global sudah hampir diambang batas, jika tidak ada tindakan berarti sebelum tahun 2012, maka akan diperkirakan terlambat" - Global Warming Scientist

little things do matter

1. Tidak menancapkan colokan listrik walaupun ketika alat elektronik itu dimatikan berarti menghemat 40-50% biaya listrik yang harus orang tua kita bayarkan tiap bulannya. Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang berujung pada pemanasan global.

2. Mengurangi penggunaan kantong plastik karena kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA (tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat-tempat yang tidak semestinya.

3. Mengurangi penggunaan kertas. Dari 10kg kertas koran yang siap di jual di loakan itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 tahun untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging. Berapa banyak pohon tertebang? Bayangkan bagaimana mereka membuat bumi ini makin panas?

4. Mengurangi konsumsi air kemasan. Setiap pembelian 1 liter air mineral di supermarket sama dengan membeli 5 liter air. Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air. Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4, selain nomor itu, mereka tidak aman karena sama aja kamu makan plastik.

5. Mengurangi penggunaan tisue. Tisue yang sudah di pakai itu tidak bisa didaur ulang (recycle). Begitu juga karton-karton yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman, itu semua pemborosan, yang mau tidak mau tanahlah yang harus merecycle. Perkiraan orang memakai tisue 6 tissue sehari. 2.200 biji/tahun. Berarti sekitar 44 MILIAR tissue seluruh Indonesia pertahun. Apabila kita menghemat 1 lembar tiap harinya, berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR tissue pertahun.

6. Mengurangi penggunaan struk ATM? Misalnya untuk pengguna BCA bisa ambil uang tanpa struk, atau lebih cerdas lingkungan lagi, transfer lewat Internet banking atau mobile banking. 8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas struk tiap tahunnya yang merupakan salah satu sumber sampah terbesar di dunia. Kalau selama setahun orang transaksi tidak pakai struk, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang mampu melingkari garis equator sampai 15 kali.tre
(sumber: jelajahunik.blogspot.com)

Jumat, 10 Desember 2010

BAKU MUTU LINGKUNGAN

Baku Mutu Lingkungan (BML)

Definisi Baku Mutu Lingkungan (BML)
Semua kegiatan ataupun aktifitas manusia baik itu yang berhubungan dengan dunia industri, pekembangan penduduk, kemajuan teknologi maupun kegiatan ekonomi hampir bisa dipastikan akan menghasilkan limbah. Keadaan ini lambat laun akan menyebabkan penumpukan limbah yang berakibat munculnya dampak negative bagi kehidupan. Oleh karenanya dibutuhkan standar tertentu untuk mengeliminir jumlah buangan limbah terhadap lingkungan, yang kemudian dikenal dengan istilah Baku Mutu Lingkungan (BML).
Adapun pengertian baku mutu lingkungan adalah batas /kadar maksimum suatu zat atau komponen dari kegiatan manusia atau proses alam yang diperbolehkan berada pada suatu lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negative.
Dasar hukum baku mutu lingkungan terdapat dalam UU No.4 Thn 1982 pasal 15 yang berbunyi sebagai berikut:
“ Perlindungan lingkungan hidup dilakukan berdasarkan baku mutu lingkungan yang diatur dengan peraturan perundang-undangan”.
Fungsi Baku Mutu Lingkungan
Adapun fungsi dari Baku Mutu Lingkungan diantaranya :
  1. indikator/ petunjuk yang menyatakan bahwa suatu lingkungan tercemar
  2. Hubungan BML terhadap nilai ambang batas yakni batas daya dukung , daya toleransi atau kemampuan lingkungan.
  3. Lingkungan yang tercemar jika kondisi suatu lingkungan telah melewati nilai ambang batas yang telah ditentukan
  4. Sebagai penilai bahwa lingkungan telah mengalami pencemaran.
Sistem Baku Mutu Lingkungan
Sistem baku mutu lingkungan (SBML) dipergunakan sebagal instrumen untuk mengetahui apakah telah terjadi pencemaran dari suatu kegiatan industri. SBML sendiri secara umum dibagi menjadi dua :
  1. Effluent Standard, merupakan kadar maksimum limbah yang diperbolehkan untuk dibuang ke suatu lingkungan.
  2. Stream Standard, merupakan batas kadar untuk sumberdaya tertentu, seperti Sungai, danau, atau bendungan. Sedangkan kadar yang ditetapkan disesuaikan dengan peruntukanya.
Baku Mutu berdasarkan Keputusan Meneg Kependudukan Lingkungan Hidup
Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup dalam keputusannya No. KEP-03/MENKLH/II/1991 telah menetapkan baku mutu air pada sumber air, baku mutu limbah cair, baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi dan baku mutu air laut.
1. Baku mutu air pada sumber air, adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar terdapat dalam air, namun tetap berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
2. Baku mutu limbah cair adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar untuk dibuang dari sumber pencemaran ke dalam air pada sumber air, sehingga sehingga tidak meyebabkan dilampauinya baku mutu air.
3. Baku mutu udara ambien adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di udara, namun tidak menimbulkan gangguan terhadap mahluk hidup, tumbuh-tumbuhan dan atau benda.
4. Baku mutu udara emisi adalah batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar untuk dikeluarkan dari sumber pencemaran ke udara, sehingga tidak mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien
5. Baku mutu air laut adalah batas atau kadar mahluk hidup, zat, energi, atau komponen lain yang ada atau harus ada, dan zat atau bahan pencemar yang ditenggang adanya dalam air laut.
Beberapa baku mutu jenis limbah anorganik pada air minum
Kadmium dalam satuan mg/Liter kadar maksimum yagn diperbolehkan 0,003
Boron dalam satuan mg/Liter kadar maksimum yagn diperbolehkan 0,3
Arsenik dalam satuan mg/Liter kadar maksimum yagn diperbolehkan 0,01
Air raksa dalam satuan mg/Liter kadar maksimum yagn diperbolehkan 0,001
Timah dalam satuan mg/Liter kadar maksimum yagn diperbolehkan 0,01
Nikel dalam satuan mg/Liter kadar maksimum yagn diperbolehkan 0,02
Flourida dalam satuan mg/Liter kadar maksimum yagn diperbolehkan 1,5

Rabu, 08 Desember 2010

HUJAN ASAM,Pembentukan.

majarimagazine-rainHujan yang normal seharusnya adalah hujan yang tidak membawa zat pencemar dan dengan pH 5,6. Air hujan memang sedikit asam karena H2O yang ada pada air hujan bereaksi dengan CO2 di udara. Reaksi tersebut menghasilkan asam lemah H2CO3 dan terlarut di air hujan. Apabila air hujan tercemar dengan asam-asam kuat, mak pH-nya akan turun dibawah 5,6 maka akan terjadi hujan asam.
Hujan asam sebenarnya dapat mencegah global warming, gas buang seperti SO2 penyebab hujan asam mampu memantulkan sinar matahari keluar atmosfer bumi sehingga dapat mencegah kenaikan temperatur bumi. Akan tetapi, efek samping dari hujan asam menghasilkan kerusakan lingkungan yang lebih parah dibandingkan global warming. Sebenarnya “hujan asam” merupakan istilah yang kurang tepat untuk menggambarkan jatuhnya asam-asam dari atmosfer ke permukaan bumi. Istilah yang lebih tepat seharusnya adalah deposisi asam, karena pengendapan asam dari atmosfir ke permukaan bumi tidak hanya melalui air hujan tetapi juga melalui kabut, embun, salju, aerosol bahkan pengendapan langsung. Istilah deposisi asam lebih bermakna luas dari hujan asam.

Sejarah

Fenomena hujan asam mulai dikenal sejak akhir abad 17, hal ini diketahui dari buku karya Robert Boyle pada tahun 1960 dengan judul “A General History of the Air“. Buku tersebut menggambarkan fenomena hujan asam sebagai “nitrous or salino-sulforus spiris“.
Selanjutnya revolusi industri di Eropa yang dimulai sekitar awal abad ke 18 memaksa penggunaan bahan bakar batubara dan minyak sebagai sember utama energi untuk mesin-mesin. Sebagai akibatnya, tingkat emisi precursor (faktor penyebab) dari hujan asam yakni gas-gas SO2, Nox dan HCl meningkat. Padahal biasanya precussor ini hanya berasal dari gas-gas gunung berapi dan kebakaran hutan.
Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1872 pada saat menguraikan keadaan di Menchester, sebuah daerah industri di Inggris bagian utara. Smith menjelaskan fenomena hujan asam pada bukunya yang berjudul “Air and Rain: The Beginnings of Chemical Technology“.
Masalah hujan asam dalam skala yang cukup besar pertama terjadi pada tahun 1960-an ketika sebuah danau di Skandinavia meningkat keasamannya hingga mengakibatkan berkurangnya populasi ikan. Hal tersebut juga terjadi di Amerika Utara, pada masa itu pula banyak hutan-hutan di bagian Eropa dan Amerika yang rusak. Sejak saat itulah dimulai berbagai usaha penaggulangannya, baik melalui bidang ilmu pengetahuan, teknis maupun politik.
Pada tahun 1970 US mulai mengontrol emisi SO2 dan Nox dengan peraturan pemerintah Clean Air Act. Peraturan ini menentukan standar polutan dari kendaraan bermotor dan industri. Pada tahun 1990 Congress menyetujui amandemen untuk lebih memperketat kontrol emisi yang menyebabkan hujan asam. Amandemen tersebut tercatat mempu mengurangi pengeluaran SO2 dari 23,5 juta ton menjadi sekitar 16 juta ton. US juga merencanakan untuk mengurangi emisi Nox hingga 5 juta ton pada tahun 2010.
acid rain process
Proses deposisi asam melalui air hujan

Pembentukan Asam di Atmosfer

Deposisi asam terjadi apabila asam sulfat, asam nitrat, atau asam klorida yang ada do atmosfer baik sebagai gas maupun cair terdeposisikan ke tanah, sungai, danau, hutan, lahan pertanian, atau bangunan melalui tetes hujan, kabut, embun, salju, atau butiran-butiran cairan (aerosol), ataupun jatuh bersama angin.
Asam-asam tersebut berasal dari prekursor hujan asam dari kegiatan manusia (anthropogenic) seperti emisi pembakaran batubara dan minyak bumi, serta emisi dari kendaraan bermotor. Kegiatan alam seperti letusan gunung berapi juga dapat menjadi salah satu penyebab deposisi asam. Reaksi pembentukan asam di atmosfer dari prekursor hujan asamnya melalui reaksi katalitis dan photokimia. Reaksi-reaksi yang terjadi cukup banyak dan kompleks, namun dapat dituliskan secara sederhana seperti dibawah ini.

Pembentukan Asam Sulfat (H2SO4)

Gas SO2, bersama dengan radikal hidroksil dan oksigen melalui reaksi photokatalitik di atmosfer, akan membentuk asamnya.
SO2 + OH -> HSO3
HSO3 + O2 -> HO2 + SO3
SO3 + H2O -> H2SO4
Selanjutnya apabila diudara terdapat Nitrogen monoksida (NO) maka radikan hidroperoksil (HO2) yang terjadi pada salah satu reaksi diatas akan bereaksi kembali seperti:
NO + HO2 -> NO2 + OH
Pada reaksi ini radikal hidroksil akan terbentuk kembali, jadi selama ada NO diudara, maka reaksi radikal hidroksil akan terbantuk kembali, jadi semakin banyak SO2, maka akan semakin banyak pula asam sulfat yang terbentuk.

Pembentukan Asam Nitrat (HNO3)

Pada siang hari, terjadi reaksi photokatalitik antara gas Nitrogen dioksida denan radikal hidroksil.
NO2 + OH -> HNO3
Sedangkan pada malam hari terjadi reaksi antara Nitrogen dioksida dengan ozon
NO2 + O3 -> NO3 + O2
NO2 + NO3 -> N2O5
N2O5 + H2O -> HNO3
Didaerah peternakan dan pertanian akan concong menghasilkan asam pada tanahnya mengingat kotoran hewan banyak mengandung NH3 dan tanah pertanian mengandung urea. Amoniak di tanah semula akan menetralkan asam, namun garam-garam ammonia yang terbentuk akan teroksidasi menjadi asam nitrat dan asam sulfat. Disisi lain amoniak yang menguap ke udara dengan uap air akan membentuk ammonia hingga memungkinkan penetralan asam yang ada di udara.

Pembentukan Asam Chlorida (HCl)

Asam klorida biasanya terbentuk di lapisan stratosfer, dimana reaksinya melibatkan Chloroflorocarbon (CFC) dan radikal oksigen O*
CFC + hv(UV) -> Cl* + produk
CFC + O* -> ClO + produk
O* + ClO -> Cl* + O2
Cl + CH4 -> HCl + CH3
Reaksi diatas merupaka bagian dari rangkaian reaksi yang menyebabkan deplesi lapisan ozon di stratosfer. Perbandingan ketiga asam tersebut dalam hujan asam biasanya berkisar antara 62 persen oleh Asam Sulfat, 32 persen Asam Nitrat dan 6 persen Asam Chlorida.
Pulau Jawa memiliki tingkat emisi penyebab hujan asam tertinggi di Indonesia, terutama disebabkan oleh sebagian besar kegiatan perekonomian yang terpusat di pulau ini. Pada tahun 1989, tingkat precursor SOx di Indonesia mencapat 157.000 ton per tahun, sedangkan NOx mencapai 175.000 ton per tahun. Kota Surabaya pada tahun 2000 tercatat mengemisikan 0,26 ton SO2 dan 66,4 ton NOx ke udara dari berbagai sumber pencemar.
Sumber:
Acid Rain. Hart, John. Microsoft® Student 2009. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.
Isu Lingkungan Global.” Musfil A.S. Diktat PLI. Surabaya: Teknik Kimia ITS, 2008